Shared Hosting vs VPS vs Cloud: Pilih Mana untuk Pemula?

Shared Hosting Vs Vps Vs Cloud

Selamat datang di dunia yang seru, tempat impian digital Anda bisa terwujud: membuat website! Jika Anda baru saja berniat merajut situs web pertama, wajar jika telinga Anda mulai akrab dengan istilah-istilah seperti “hosting” dan “domain”. Dua serangkai ini adalah ujung tombak, fondasi utama agar sebuah website bisa eksis dan diakses oleh miliaran orang di jagat internet. Ibarat rumah idaman, domain adalah alamatnya yang mudah diingat, sementara hosting adalah sebidang tanah kokoh tempat rumah itu berdiri.

Namun, dalam perjalanan mencari hosting, Anda mungkin akan dihadapkan pada beberapa pilihan yang seringkali bikin kening berkerut: Shared Hosting, VPS Hosting, dan Cloud Hosting. Mana, sih, yang paling pas untuk Anda yang baru merintis? Jangan khawatir! Artikel ini akan menjadi kompas Anda, memandu memahami perbedaan ketiganya dengan bahasa yang renyah dan mudah dicerna, sehingga Anda bisa mantap menentukan pilihan terbaik bagi website impian Anda.

Memahami Apa Itu Hosting dan Mengapa Ini Sangat Penting

Hosting Adalah “Rumah” untuk Website Anda

Mari kita kembali ke analogi rumah. Website Anda adalah sebuah hunian digital yang tentu saja butuh lahan untuk dibangun, bukan? Nah, dalam kancah dunia maya, hosting inilah “lahan” tersebut. Ini adalah layanan vital di mana semua materi website Anda—mulai dari file teks, gambar, video, hingga database—tersimpan rapi di sebuah server fisik. Server ini tak pernah tidur, selalu terhubung ke internet 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Tanpa hosting, website Anda tak ubahnya rumah tanpa tanah; tak bisa berdiri, apalagi dikunjungi siapa pun.

Ketika seseorang mengetik alamat website Anda (misalnya, namasitusanda.com) di peramban mereka, peramban itu akan “meluncur” ke server hosting Anda. Di sanalah semua data yang dibutuhkan ditarik dan kemudian ditampilkan kepada pengunjung. Jadi, memilih penyedia hosting yang mumpuni adalah langkah krusial yang tak bisa ditawar untuk memastikan website Anda gesit, aman, dan selalu siap sedia diakses.

Domain Adalah “Alamat” Website Anda

Jika hosting adalah “tanah” tempat website Anda berdiri, maka domain adalah “alamat” unik yang menuntun pengunjung ke sana. Contoh domain yang mungkin sudah akrab di telinga adalah google.com, facebook.com, atau bahkan namasitusanda.com. Domain berfungsi sebagai identitas unik website Anda di belantara internet.

Bayangkan betapa repotnya jika pengunjung harus menghafal sederet angka rumit seperti alamat IP server (misalnya 192.168.1.1) untuk menemukan website Anda. Untungnya, ada domain! Mereka cukup mengetik nama domain yang mudah diingat. Singkatnya, domain dan hosting adalah duo yang tak terpisahkan: domain bertugas mengarahkan pengunjung ke lokasi hosting tempat file website Anda tersimpan.

Baca Juga: Cara Upgrade Hosting Mudah untuk Pemula – Tingkatkan Kinerja Website

Mengenal Shared Hosting: Pilihan Ekonomis nan Ramah Pemula

Apa Itu Shared Hosting?

Shared Hosting bisa dibilang adalah primadona bagi para pemula dan jenis hosting yang paling sering direkomendasikan. Sesuai namanya, “shared” berarti berbagi. Dalam Shared Hosting, website Anda akan berbagi satu server fisik yang sama dengan seabrek website lainnya. Ibaratnya, Anda tinggal di sebuah apartemen besar; Anda berbagi gedung, lift, dan fasilitas umum lainnya dengan penghuni apartemen lain. Setiap unit apartemen itu adalah website yang berbeda-beda.

Ini berarti, sumber daya server seperti CPU (otak komputer), RAM (memori), dan bandwidth (jalur data) akan dibagi rata atau diatur pemakaiannya di antara semua website yang ada di server tersebut. Tak heran, ini adalah cara paling hemat biaya untuk menginjakkan kaki di dunia website.

Shared Hosting Vs Vps Vs Cloud

Kelebihan Shared Hosting

  • Harga Sangat Terjangkau: Ini adalah daya tarik utama Shared Hosting. Karena semua sumber daya dibagi, biaya operasional server pun turut terbagi, membuat harganya sangat bersahabat di kantong dan pas untuk anggaran terbatas.
  • Mudah Digunakan: Kebanyakan provider hosting menyediakan panel kontrol yang super intuitif seperti cPanel atau Plesk. Anda tak perlu punya otak jenius di bidang teknis untuk mengelola website Anda.
  • Manajemen Ditangani Provider: Anda tak perlu pusing tujuh keliling memikirkan pemeliharaan server, pembaruan perangkat lunak, atau keamanan dasar. Semua kerepotan itu sudah menjadi tanggung jawab penyedia hosting.
  • Ideal untuk Pemula: Jika ini adalah kali pertama Anda terjun membuat website, Shared Hosting adalah titik tolak yang sempurna untuk belajar tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.

Kekurangan Shared Hosting

  • Sumber Daya Terbatas: Karena Anda berbagi server, kinerja website Anda bisa saja “terkena imbas” jika ada website lain di server yang sama sedang pesta besar dan menyedot banyak sumber daya. Mirip tetangga di apartemen Anda yang mengadakan konser dadakan dan menggunakan listrik berlebihan.
  • Kurang Fleksibel: Anda memiliki kendali yang sangat terbatas atas konfigurasi server. Anda harus patuh pada aturan main dan batasan yang ditetapkan oleh penyedia hosting.
  • Potensi Masalah Keamanan: Meskipun provider sudah berusaha keras mengisolasi setiap website, secara teori, jika salah satu website di server yang sama diretas, ada risiko kecil website Anda juga ikut tersenggol.
  • Tidak Cocok untuk Trafik Tinggi: Jika website Anda mulai kebanjiran pengunjung atau membutuhkan sumber daya ekstra, Shared Hosting mungkin tak akan mampu menanganinya, berujung pada website yang lemot atau bahkan tumbang.

Kapan Shared Hosting Tepat untuk Anda?

Shared Hosting adalah pilihan yang sempurna jika Anda:

  1. Baru memulai blog pribadi, website portofolio, atau situs bisnis kecil-kecilan.
  2. Memiliki website dengan perkiraan trafik yang belum terlalu tinggi.
  3. Ingin menekan biaya di awal pengembangan website.
  4. Tidak memiliki banyak latar belakang teknis tentang pengelolaan server.

Ini adalah titik awal yang solid untuk belajar dan berkembang. Bahkan, banyak website besar yang kita kenal sekarang ini juga memulai perjalanannya dari Shared Hosting, lho!

Baca Juga: Kompatibilitas WordPress Hosting: Panduan Pemula Memilih Terbaik

Mengenal VPS Hosting: Langkah Selanjutnya untuk Perkembangan Website Anda

Apa Itu VPS Hosting?

VPS adalah singkatan dari Virtual Private Server. Konsepnya sedikit berbeda dari Shared Hosting. Mari kembali ke analogi apartemen. Dalam VPS, Anda bukan lagi berbagi satu apartemen yang sama dengan banyak orang. Sebaliknya, satu gedung apartemen besar (server fisik) dibagi menjadi beberapa “unit apartemen” yang benar-benar terisolasi dan masing-masing memiliki jatah sumber dayanya sendiri (CPU, RAM, penyimpanan).

Setiap VPS bertindak layaknya server independen, meskipun secara fisik masih berada di satu server utama. Anda mendapatkan sumber daya yang dedicated (khusus untuk Anda) dan kontrol yang jauh lebih besar dibandingkan Shared Hosting.

Kelebihan VPS Hosting

  • Sumber Daya Dedicated: Anda mendapatkan alokasi CPU, RAM, dan penyimpanan yang dijamin hanya untuk website Anda. Ini berarti kinerja website Anda tidak akan terpengaruh oleh ulah website lain di server fisik yang sama.
  • Kontrol Penuh (Root Access): Anda memiliki akses root ke server virtual Anda, yang ibaratnya kunci utama. Ini memungkinkan Anda menginstal sistem operasi, aplikasi kustom, dan mengkonfigurasi server sesuai selera dan kebutuhan Anda.
  • Keamanan Lebih Baik: Karena lingkungan Anda terisolasi layaknya rumah sendiri, risiko keamanan dari “tetangga” yang nakal jauh lebih minim.
  • Skalabilitas Lebih Baik: Jauh lebih mudah untuk meningkatkan (upgrade) sumber daya VPS Anda seiring pertumbuhan website, tanpa perlu repot berpindah server sepenuhnya.
  • Performa Lebih Stabil: Dengan sumber daya yang khusus dialokasikan, website Anda cenderung lebih cepat dan stabil, bahkan saat menghadapi lonjakan trafik yang tak terduga.

Kekurangan VPS Hosting

  • Harga Lebih Mahal: Tentu saja, dengan lebih banyak sumber daya dan kontrol, harga VPS memang lebih tinggi daripada Shared Hosting. Ibaratnya, Anda membayar lebih untuk privasi dan fasilitas yang lebih lengkap.
  • Membutuhkan Pengetahuan Teknis: Untuk mengelola VPS secara optimal, Anda membutuhkan setidaknya sedikit pemahaman teknis tentang administrasi server atau Linux. Namun, jangan khawatir, ada juga VPS Managed di mana provider siap membantu pengelolaan teknisnya.
  • Tanggung Jawab Lebih Besar: Jika Anda memilih VPS Unmanaged, Anda sepenuhnya bertanggung jawab atas pemeliharaan server, pembaruan keamanan, dan instalasi perangkat lunak.

Kapan VPS Hosting Menjadi Pilihan Terbaik?

VPS Hosting adalah langkah ideal jika website Anda:

  1. Mulai mendapatkan trafik yang signifikan dan Shared Hosting sudah terasa sesak.
  2. Membutuhkan aplikasi kustom atau konfigurasi server tertentu yang tidak bisa diakomodasi di Shared Hosting.
  3. Adalah toko online (e-commerce) berskala kecil hingga menengah yang membutuhkan performa dan keamanan ekstra.
  4. Membutuhkan fleksibilitas dan kontrol lebih tanpa harus menyewa server fisik sendiri (dedicated server) yang harganya selangit.

Bisa dibilang, VPS adalah jembatan yang sangat baik antara Shared Hosting yang sederhana dan Cloud Hosting yang sangat fleksibel.

Baca Juga: Hosting WordPress Terbaik: Panduan Lengkap untuk Pemula

Menjelajahi Cloud Hosting: Fleksibilitas dan Skalabilitas Tanpa Batas

Apa Itu Cloud Hosting?

Cloud Hosting adalah konsep hosting yang relatif baru dan paling modern, ibarat teknologi masa depan yang sudah ada di genggaman. Alih-alih mengandalkan satu server fisik, Cloud Hosting menggunakan jaringan server yang saling terhubung (disebut “cloud” atau awan). Bayangkan website Anda tidak lagi berada di satu rumah atau satu apartemen, melainkan tersebar di sebuah kota besar dengan banyak gedung dan infrastruktur yang saling mendukung.

Shared Hosting Vs Vps Vs Cloud

Intinya, jika salah satu server di jaringan “cloud” mengalami masalah, website Anda secara otomatis akan dialihkan ke server lain yang berfungsi, memastikan website Anda tetap online dan tak pernah absen. Sumber daya (CPU, RAM, penyimpanan) juga dapat ditarik dari seluruh jaringan sesuai kebutuhan Anda, layaknya keran yang bisa dibuka tutup sesuka hati.

Kelebihan Cloud Hosting

  • Skalabilitas Tinggi: Ini adalah mahkota keunggulan Cloud Hosting. Anda bisa dengan mudah menambah atau mengurangi sumber daya (CPU, RAM) sesuai kebutuhan website Anda secara real-time, bahkan saat terjadi lonjakan trafik mendadak. Anda hanya membayar untuk sumber daya yang benar-benar Anda pakai.
  • Keandalan dan Uptime Tinggi: Karena website Anda didistribusikan di banyak server, jika satu server tumbang, server lain akan langsung mengambil alih. Ini menjamin website Anda memiliki uptime yang sangat, sangat tinggi, nyaris 100%.
  • Performa Optimal: Sumber daya yang fleksibel dan terdistribusi membuat website Anda selalu berjalan pada performa terbaiknya, tak peduli seberapa berat beban trafik yang datang.
  • Bayar Sesuai Pakai (Pay-as-you-go): Anda hanya membayar untuk sumber daya yang benar-benar Anda konsumsi. Ini bisa sangat efisien, terutama untuk website dengan beban kerja yang bervariasi.

Kekurangan Cloud Hosting

  • Harga Bisa Bervariasi: Meskipun model bayar sesuai pakai bisa hemat, jika website Anda selalu menggunakan banyak sumber daya secara konsisten, biayanya bisa melonjak dan menjadi lebih mahal daripada VPS atau bahkan dedicated server.
  • Lebih Kompleks: Konfigurasi dan pengelolaan Cloud Hosting bisa terasa lebih rumit bagi pemula. Namun, banyak provider yang kini menawarkan Cloud Hosting yang terkelola (Managed Cloud Hosting) untuk mempermudah hidup Anda.
  • Kurang Transparan dalam Billing: Terkadang, memahami struktur biaya “pay-as-you-go” bisa sedikit membingungkan jika Anda belum terbiasa dengan model penagihan ini.

Kapan Cloud Hosting Tepat untuk Kebutuhan Anda?

Cloud Hosting adalah pilihan yang luar biasa jika Anda:

  1. Memiliki website dengan trafik yang sangat tinggi atau tidak menentu (misalnya, situs berita, portal event, e-commerce raksasa).
  2. Membutuhkan keandalan dan uptime yang maksimal, nyaris tanpa cela.
  3. Mengembangkan aplikasi web yang dinamis dan membutuhkan sumber daya yang bisa diskalakan dengan cepat, tanpa jeda.
  4. Tidak keberatan dengan biaya yang mungkin lebih tinggi demi performa dan fleksibilitas terbaik di kelasnya.

Cloud Hosting adalah masa depan hosting, menawarkan solusi paling modern dan adaptif untuk berbagai jenis website yang haus performa.

Baca Juga: Database Error Hosting: Panduan Pemula Mengatasi Website

Perbandingan Langsung: Shared Hosting vs VPS vs Cloud Hosting

Agar Anda makin mantap memilih, mari kita bedah perbandingan ketiga jenis hosting ini dari beberapa aspek penting:

Performa dan Kecepatan

  • Shared Hosting: Performa bisa bervariasi dan cenderung lebih lambat saat server padat pengunjung, karena sumber daya harus dibagi rata.
  • VPS Hosting: Performa jauh lebih stabil dan gesit karena sumber daya yang dialokasikan khusus untuk Anda.
  • Cloud Hosting: Performa sangat tinggi dan konsisten, bahkan saat terjadi lonjakan trafik besar, berkat skalabilitas dan distribusi sumber daya yang cerdas.

Keamanan dan Isolasi

  • Shared Hosting: Isolasi antar website kurang kuat, ada risiko kecil dari “tetangga” yang kurang bertanggung jawab. Keamanan dasar ditangani oleh provider.
  • VPS Hosting: Lingkungan yang terisolasi bak benteng sendiri, keamanan lebih kokoh. Anda memiliki kontrol lebih besar atas konfigurasi keamanan.
  • Cloud Hosting: Keamanan sangat kuat dengan isolasi antar sumber daya dan kemampuan pemulihan dari kegagalan server yang luar biasa.

Harga dan Biaya

  • Shared Hosting: Paling murah meriah, sangat cocok untuk anggaran terbatas.
  • VPS Hosting: Harga menengah, bisa dibilang investasi yang bagus untuk pertumbuhan website Anda.
  • Cloud Hosting: Paling mahal (tergantung penggunaan), namun model bayar sesuai pakai bisa sangat efisien untuk kebutuhan yang bervariasi.

Skalabilitas dan Fleksibilitas

  • Shared Hosting: Skalabilitas sangat terbatas, untuk upgrade biasanya harus pindah paket.
  • VPS Hosting: Cukup skalabel, bisa upgrade sumber daya tanpa banyak downtime yang mengganggu.
  • Cloud Hosting: Sangat skalabel, sumber daya bisa ditambah/dikurangi secara instan sesuai kebutuhan, bak sulap.

Tingkat Pengetahuan Teknis yang Dibutuhkan

  • Shared Hosting: Sangat mudah, tak perlu pusing soal teknis.
  • VPS Hosting: Membutuhkan sedikit pengetahuan teknis (jika unmanaged), atau bisa pilih managed VPS yang lebih praktis.
  • Cloud Hosting: Lebih kompleks, butuh pemahaman teknis lebih (jika unmanaged), atau bisa pilih managed Cloud untuk kemudahan.

Baca Juga: Masalah Email Bisnis Hosting? Ini Solusi Terbaik untuk Pemula

Tips Memilih Hosting yang Tepat untuk Website Anda

Memilih hosting yang tepat ibarat memilih pondasi rumah; ini adalah investasi penting untuk masa depan website Anda. Jangan terburu-buru, pertimbangkan matang-matang hal-hal berikut:

Pertimbangkan Kebutuhan Website Anda

Sebelum menjatuhkan pilihan, tanyakan pada diri sendiri:

  • Jenis website apa yang akan Anda bangun? (Blog pribadi, toko online, portofolio, forum komunitas?)
  • Berapa perkiraan trafik pengunjung bulanan? Akankah ada lonjakan tiba-tiba?
  • Fitur apa saja yang akan menjadi tulang punggung website Anda? (Database besar, aplikasi khusus yang haus sumber daya?)

Sebagai permulaan, Shared Hosting adalah pilihan terbaik untuk belajar dan memulai. Jika Anda berencana membangun toko online yang serius dari awal, mungkin VPS bisa jadi pertimbangan, tetapi Shared Hosting yang handal pun seringkali lebih dari cukup untuk tahap awal.

Perhatikan Anggaran Anda

Tentukan berapa banyak dana yang bersedia Anda alokasikan untuk hosting setiap bulan atau tahun. Ingat, hosting adalah investasi jangka panjang, tetapi Anda tidak perlu mengeluarkan biaya besar di awal jika memang belum diperlukan. Shared Hosting menawarkan harga termurah, yang sangat ideal untuk pemula yang ingin “mencicipi” dunia website tanpa beban. Jangan sampai besar pasak daripada tiang, ya!

Baca Ulasan dan Reputasi Provider Hosting

Jangan hanya terpaku pada harga murah. Cari tahu bagaimana reputasi penyedia hosting tersebut. Apakah mereka dikenal memiliki uptime yang konsisten dan baik? Apakah dukungan pelanggan mereka sigap dan responsif? Ulasan dari pengguna lain bisa menjadi panduan berharga yang tak ternilai harganya.

Cek Dukungan Pelanggan

Ini sangat penting, terutama jika Anda adalah seorang pemula. Ketika website Anda mengalami masalah, Anda membutuhkan bantuan yang cepat, efektif, dan mudah dipahami. Pastikan provider hosting pilihan Anda memiliki dukungan pelanggan 24/7 melalui berbagai saluran (chat, telepon, email) dan staf yang kompeten serta sabar.

Baca Juga: Website Lemot? Atasi Hosting Bermasalah Sekarang!

Kapan Saatnya Upgrade Hosting?

Pasti Anda bertanya-tanya, “Bagaimana saya tahu kapan harus beranjak dari Shared Hosting?” Ada beberapa tanda yang jelas, ibarat lampu kuning yang menyala:

  • Website Anda Sering Melambat: Jika website Anda mulai terasa lemot, bahkan setelah dioptimasi, ini bisa jadi sinyal kuat bahwa Anda membutuhkan lebih banyak sumber daya.
  • Mendapatkan Pesan “Resource Limit Reached”: Beberapa provider Shared Hosting akan mengirimkan notifikasi jika website Anda sudah “melanggar batas” penggunaan sumber daya.
  • Trafik Website Meningkat Drastis: Jika website Anda mendadak viral atau kebanjiran pengunjung yang signifikan, Shared Hosting mungkin tak lagi sanggup menanggung bebannya.
  • Membutuhkan Kontrol Lebih: Jika Anda ingin menginstal perangkat lunak khusus atau memiliki konfigurasi server yang lebih spesifik, ini saatnya mempertimbangkan VPS.

Biasanya, langkah upgrade yang paling umum adalah dari Shared Hosting ke VPS. Dari VPS, jika kebutuhan Anda terus meroket dan membutuhkan skalabilitas ekstrem, barulah Cloud Hosting menjadi pertimbangan utama.

Baca Juga: Bahaya Hosting Gratis: Mengapa Anda Harus Menghindarinya?

Rekomendasi Awal untuk Pemula: Mulai dengan Shared Hosting yang Solid

Bagi Anda yang baru saja melangkahkan kaki ke dunia website, Shared Hosting adalah pilihan yang paling bijaksana untuk memulai. Ini memberikan Anda kesempatan emas untuk belajar, bereksperimen, dan membangun website Anda tanpa beban biaya yang besar atau kerumitan teknis yang bikin pusing tujuh keliling.

Fokuslah pada penyedia Shared Hosting yang menawarkan:

  • Paket dengan sumber daya yang cukup memadai untuk permulaan Anda.
  • Panel kontrol yang mudah digunakan (seperti cPanel) agar Anda tak perlu jadi ahli IT.
  • Dukungan pelanggan yang responsif dan siap membantu 24/7, ibarat punya asisten pribadi.
  • Garansi uptime yang tinggi, memastikan website Anda selalu siap sedia.

Dengan Shared Hosting yang tepat, Anda akan memiliki fondasi yang kuat untuk website Anda dan bisa dengan mudah melakukan upgrade di kemudian hari saat website Anda mulai berkembang pesat. Ingat, setiap perjalanan besar dimulai dari langkah kecil yang tepat!

Kesimpulan

Memilih jenis hosting yang pas adalah salah satu keputusan pertama dan terpenting dalam perjalanan membangun website Anda. Shared Hosting adalah pilihan terbaik untuk para pemula dan website berskala kecil, berkat harganya yang ramah di kantong dan kemudahan penggunaannya. Saat website Anda mulai tumbuh dan membutuhkan lebih banyak sumber daya serta kendali, VPS Hosting adalah langkah upgrade yang logis, menawarkan keseimbangan apik antara performa dan biaya.

Terakhir, Cloud Hosting adalah solusi canggih untuk website dengan trafik tinggi dan kebutuhan skalabilitas ekstrem, memastikan website Anda selalu optimal dan online, tak peduli badai trafik. Tak ada gading yang tak retak, tak ada pula “satu ukuran cocok untuk semua” dalam dunia hosting; pilihan terbaik adalah yang paling sesuai dengan kebutuhan, anggaran, dan tingkat keahlian teknis Anda saat ini.

Jangan takut untuk memulai dengan Shared Hosting yang solid. Seiring waktu, Anda akan banyak makan asam garam, belajar lebih banyak, dan bisa membuat keputusan yang lebih tepat untuk meng-upgrade hosting Anda. Yang terpenting adalah memulai, dan biarkan website Anda berkembang sesuai jalannya!

FAQ

Ya, tentu saja! Hampir semua penyedia hosting memungkinkan Anda untuk melakukan upgrade, misalnya dari Shared Hosting ke VPS, atau dari VPS ke Cloud Hosting. Proses ini biasanya disebut “migrasi hosting” dan seringkali dapat dibantu langsung oleh tim dukungan teknis provider, jadi Anda tak perlu pusing.

Biaya sangat bervariasi tergantung provider dan fitur yang ditawarkan. Shared Hosting biasanya berkisar dari Rp 20.000 hingga Rp 100.000 per bulan. VPS Hosting bisa mulai dari Rp 80.000 hingga Rp 500.000+ per bulan. Cloud Hosting seringkali memiliki model “pay-as-you-go” yang biayanya bisa mulai dari Rp 100.000 hingga jutaan rupiah per bulan, tergantung pada seberapa banyak sumber daya yang Anda konsumsi.

Secara langsung, jenis hosting itu sendiri tidak secara langsung menentukan peringkat SEO Anda. Namun, performa hosting (seperti kecepatan, uptime, dan responsivitas) sangat memengaruhi pengalaman pengguna, yang merupakan faktor penting dalam SEO. Website yang cepat dan selalu online cenderung membuat pengunjung betah dan memiliki peringkat yang lebih baik di mata mesin pencari. Oleh karena itu, VPS atau Cloud Hosting dengan performa yang lebih baik secara tidak langsung bisa membantu upaya SEO Anda dibandingkan Shared Hosting yang lambat atau sering down.

Tidak harus. Anda bisa membeli domain dari satu provider (registar domain) dan hosting dari provider lain. Setelah itu, Anda hanya perlu mengarahkan domain Anda ke server hosting Anda melalui pengaturan DNS. Namun, membeli keduanya dari provider yang sama seringkali lebih praktis dan memudahkan pengelolaan, apalagi untuk Anda yang masih pemula.

Uptime adalah persentase waktu di mana website Anda dapat diakses dan berfungsi normal tanpa hambatan. Misalnya, uptime 99.9% berarti website Anda hampir selalu online. Ini sangat penting karena jika website Anda sering down (tidak bisa diakses), pengunjung akan kecewa dan mungkin kapok untuk kembali. Selain itu, mesin pencari seperti Google juga tidak menyukai website yang sering down, yang bisa memengaruhi peringkat SEO Anda dan membuat website Anda “tenggelam” di hasil pencarian.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *